Stress, dalam posisi pendengar atau pengamat, mudah untuk menjadi penasehat. Tapi terasa berat bila mengalaminya, terlebih bila stress tersebut menyangkut masalah perasaan.
Mengenai hal stress ini, kita bisa memakai rumus fisika Newton berikut :
Stress = P/A
P = Beban Newton
A = Luas penampang (m2)
Area tempat beban itu diberikan, analoginya juga berlaku dalam kehidupan kita.
Beban itu adalah masalah, sedangkan luas penampang adalah tempat dimana terkena beban yaitu hati kita dan pikiran kita.
Sesuai dgn rumus itu,untuk memperkecil stress maka hrs memperkecil beban (P) atau memperbesar luas penampang (A). Caranya kita berusaha unttuk memper luas penampang (A) karna beban itu ngak bisa kita kurangi, tergantung kondisi yg terjadi.
sebaiknya jangan biarkan stress terlalu besar, karena jika dibiarkan terlalu lama, menurut ilmu fisika material, akan terjadi deformasi (perubahan) pada suatu benda. Ada deformasi elastis dan juga plastis.
Jika yang terjadi deformasi elastic, maka benda masih bisa kembali ke posisi semula setelah diberi beban (tegangan). Sebaliknya plastis, benda akan terdeformasi secara permanen setelah diberi beban dengan besar tertentu.
Jika kita bertanya, mana yang lebih baik, terjadi deformasi plastis atau elastic?
Hal tersebut tergantung kondisi, ada yg memang dibutuhkan elastic, dan ada kalanya plastis.
Tapi pastinya klo plastis itu dapat mengakibatkan damage- kerusakan.
Bayangkan dgn seutas tali, yg diberi beban beberapa kilo kemudian beban ditambah, sedangkan besar penampang (A) tali tidak ditambah, maka bisa terjadi deformasi plastis artinya tali itu akan putus.
Agar tidak putus dan tidak rusak, maka penampang harus diperluas, hati harus lebih dilapangkan, istilahnya kayak gini, sesendok garam kalo d tuang ke segelas air, pasti terasa asinnya. Tapi kalo sesendok garam tu di tuang ke sebuah danau, gak akan terasa asinnya.
Dalam menghadapi stress, sikapi dengan positif dan santai.
Jalani hidup ini seperti aliran – fluida (air/minyak). Apabila aliran itu mengalir laminer, maka tidak ada masalah karena mau belok kemana saja bisa, tapi klo alirannya berubah jadi turbulen , maka itu hrs dipertanyakan “why?”, karena turbulen itu alirannya tidak teratur, sesekali nyeletup dan letupannya bisa menghancurkan dinding pipa penghantar aliran.
Solusi yang paling mungkin menghadapi stress adalah keimanan dan kesabaran, berfikir positif bahwa ada hal baik yang akan terjadi setelah melewati masalah ini. Semoga Manfaat.
(Dedicated to Achenese, Tq)
No comments:
Post a Comment